Pengertian MikroTik, Jenis-Jenis, Fungsi, Kelebihan & Kekurangan

Apa itu MikroTik? 

Pada dasarnya pengertian MikroTik adalah nama perusahaan yang berpusat di Latvia yang didirikan oleh John Trully serta Arnis Riekstins. MikroTik memiliki dua produk utama yaitu berupa MikroTik Router dan MikroTik OS.

MikroTik sebagai gateway sudah banyak digunakan diseluruh dunia untuk mengelolah jaringan LAN maupun WLAN (Wireless LAN) yang mencakup suatu area. Dengan MikroTik maka jaringan komputer akan lebih tertata dan stabil, sehingga jaringan dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Nah, kali ini akan mengulas tentang pengertian dan fungsi MikroTik, jenis-jenis MikroTik, fitur, sejarah hingga kelebihan kekurangannya sebagai dasar pemahaman khususnya untuk jaringan komputer. Baiklah, langsung saja simak penjelasan MikroTik berikut.

Pengertian MikroTik

Dapat disimpulkan Pengertian MikroTik menurut para ahli adalah sistem operasi yang digunakan pada routerboard dan komputer yang berfungsi untuk pengaturan atau manajemen jaringan. Itulah definisi MikroTik berdasarkan produk atau perangkatnya, selain itu juga bisa dilihat dari sisi perusahaan.

Kebanyakan MikroTik difungsikan sebagai gateway internet, yang artinya pengertian MikroTik sebagai gateway adalah perangkat router yang digunakan sebagai pintu atau gerbang lalu lintas data internet, jadi semua paket data dapat diolah melalui MikroTik.

Di Indonesia, MikroTik sudah banyak digunakan untuk mengelolah jaringan suatu wilayah seperti Sekolah, Kantor dan Warkop. Dengan fitur yang dimiliki MikroTik mulai dari management user, jaringan LAN dan WLAN membuat MikroTik menjadi standart pengelolaan suatu jaringan lokal.

Bahkan saat ini MikroTik sudah menjadi standart kompetisi belajar bagi SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan(TKJ). Sehingga tak heran jika MikroTik Routerboard banyak digunakan diberbagai tempat khusunya sekolah dan kampus.

Ada banyak alasan kenapa banyak orang yang memiliki menggunakan MikroTik. Selain memiliki kemampuan yang handal, harga yang terjangkau menjadi kelebihan tersendiri yang dimiliki MikroTik, sehingga tak ada salahnya menggunakan MikroTik untuk jaringan yang tergolong kecil.

Jenis-Jenis MikroTik

MikroTik memiliki beberapa jenis produk utama yang telah dikembangkan. Produk MikroTik tersebut adalah sistem operasi router dan perangkat router, berikut penjelasan jenis-jenis MikroTik.

1. MikroTik RouterOS

MikroTik Router OS adalah sistem operasi yang bisa digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk jaringan LAN dan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hotspot.

MikroTik OS ini bisa diinstall pada komputer atau laptop sehingga memiliki fungsi yang sama seperti router yakni sebagai pusat pengolahan jaringan lokal yang handal.

Dengan menggunakan MikroTik OS pada komputer yang memiliki spesifikasi mumpuni seperti jenis prosesor dan kapasitas RAM, tentu memiliki performa yang lebih baik untuk menampung resource, namun daya listrik yang digunakan juga lebih besar.


2. MikroTik RouterBoard

MikroTik RouterBoard adalah perangkat keras berupa router yang diinstal dengan sistem operasi MikroTik RouterOS. MikroTik Routerboard ini seperti sebuah PC mini yang terintegrasi karena tertanam Prosesor, RAM, ROM, dan memori flash.

Router MikroTik lebih banyak digunakan untuk mengelolah jaringan karena ukuran yang praktis dan memiliki jumlah port atau interface jaringan yang lebih banyak ketimbang menggunakan PC untuk router, selain itu penggunaan daya yang tentunya lebih kecil daripada menggunakan komputer.


Fungsi MikroTik

Setelah memahami pengertian MikroTik router dan MikroTik OS, berikutnya adalah pemahaman fungsi MikroTik. Banyak konfigurasi yang bisa dilakukan dengan MikroTik, berikut beberapa fungsi MikroTik secara umum.

  • Pembuatan jaringan LAN secara terpusat, yaitu menggunakan kabel.
  • Pembuatan jaringan WLAN atau wireless, yaitu dengan menggunakan jaringan Wi-Fi.
  • Pembuatan PPPoE Server agar jaringan point to point lebih aman.
  • Pembuatan DHCP Server agar memudahkan client mendapatkan IP Address secara otomatis.
  • Pembuatan VPN Server agar jaringan lokal lebih aman.
  • Monitoring jaringan seperti jumlah pengguna dan penggunaan bandwith.
  • Blocking situs web dengan menggunakan menggunakan berbagai metode, seperti Web Proxy dan Layer7 Protocol.
  • Blokir internet pada waktu atau jam tertentu.
  • Billing Hotspot yang sering digunakan pada RT/RW Net untuk pembagian bandwith.
  • Memisahkan bandwith antra traffic internasional dan local, dan lainnya.

Di Indonesia, MikroTik sudah banyak digunakan untuk mengelola jaringan suatu wilayah seperti Sekolah, Kantor dan Warkop. Dengan fitur yang dimiliki MikroTik mulai dari management user, jaringan LAN dan WLAN membuat MikroTik menjadi standart pengelolaan suatu jaringan lokal.

Bahkan saat ini MikroTik sudah menjadi standart kompetisi belajar bagi SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan(TKJ). Sehingga tak heran jika MikroTik Routerboard banyak digunakan diberbagai tempat khusunya sekolah dan kampus.

Juan Hakim

Sejak kecil, saya sudah merasakan keajaiban teknologi. Dari memainkan game pertama saya di komputer jadul hingga merakit sendiri komputer pertama, setiap momen itu memberikan dorongan baru dalam hasrat saya terhadap dunia digital. Saya suka bermain dengan kode-kode, menggali algoritma, dan menjelajahi inovasi terbaru yang membentuk masa depan kita. Blog ini adalah tempat di mana saya berbagi kecintaan saya terhadap teknologi dengan Anda. Dari berita terkini di dunia teknologi hingga review perangkat terbaru, saya berjanji untuk membawa Anda informasi terkini dan terpercaya. Saya juga akan berbagi pengalaman pribadi, tantangan, dan kegembiraan yang saya temui dalam perjalanan hidup saya yang penuh dengan kode-kode dan sirkuit.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama