Konfigurasi Dasar MikroTik dengan Studi Kasus
Ketika kita bekerja sebagai IT Staff terutama IT Support, Network Engineer, IT Infrastructure dan apapun jabatan kamu. Atau ketika kamu ingin buat ISP atau usaha jaringan. Biasanya menggunakan alat jaringan yang bernama MikroTik. Nah, pada kesempatan ini kita akan bahas bagaimana konfigurasi dasar mikrotik dengan studi kasusnya yang banyak terjadi di lapangan.
Gambar 1.1 | Topology Network - Sederhana MikroTik
Pada studi kasus konfigurasi dasar mikrotik kali ini, kita akan gunakan router dengan tipe RB951Ui-2HnD. Jadi nanti dari MikroTik nya menggunakan Ether 1 terhubung ke Router ISP apapun ISP nya, Nanti Ether 2 dihubungkan ke Laptop/PC kita.
Nah, silahkan nyalakan router terlebih dahulu. Setelah itu buka aplikasi Winbox untuk konfigurasi mikrotik kita, jika belum ada bisa download disini,
1. Reset Konfigurasi Default MikroTik
Ketika kita login winbox by default winbox, ada default konfigurasi bawaan pabrik, Karena kita ingin melakukan konfigurasi dari awal atau dari 0, maka alangkah baik nya kita pilih "Remove Configuration" untuk menghapus konfigurasi default tersebut. Jadi kita konfigurasi dasar nya mulai dari awal.
2. Konfigurasi WAN di MikroTik yang menuju ke Router ISP
Nah, apa yang kita konfigurasi dahulu setelah di hapus konfigurasi default tersebut? Pertama kita mulai dari WAN dahulu yaitu dari MikroTik ke Router ISP. Hampir semua ISP pada port LAN sudah ada DHCP Server, sehingga di MikroTik kita bisa buatkan DHCP Client untuk bisa mendapatkan IP otomatis dari Router ISP, Default Route otomatis dan DNS otomatis. Mari kita buatkan!
3. Tes Ping Google
Setelah itu seharusnya MikroTik sudah mendapatkan akses internet dari ISP melalui Ether 1. Untuk mengecek buka menu "New Terminal" lalu ketik ping google.com lalu Enter. Dengan fitur DHCP Client ini, kamu sudah tidak perlu untuk setting gateway internet.
4. Memberikan IP Address Untuk Jaringan LAN / Distribusi Lokal
Selanjutnya yakni setting IP Address pada Ether 2, masuk pada menu IP > Address > Klik tambah (+) dan akan muncul tab baru, isi dengan IP Address beserta prefixnya /24 pada from Address : 192.168.1.1/24 dan pilih Interface : Ether 2 kemudian klik Apply > OK.
Sampai tahap ini, maka Ether 2 sudah memiliki IP Address yaitu 192.168.1.1. Kamu bisa mengganti IP Address tersebut sesuai keinginan asalkan IP Address class C misalnya 192.168.10.1/24.
5. Setting DNS MikroTik
Setting MikroTik dari awal selanjutnya adalah Konfigurasi DNS, caranya masuk ke menu IP > DNS lalu isikan pada form Servers: 8.8.8.8 dan 8.8.4.4, kemudian berikan centang pada Allow Remote Requests dan klik Apply > OK.
DNS tersebut yang merupakan DNS Google, selain itu kamu juga bisa menggunakan DNS lain yang tersedia di Internet, seperti DNS Nawala yang memiliki IP yaitu:180.131.144.144 dan 180.131.145.145.
DNS Nawala banyak digunakan untuk memfilter konten-konten negatif sehingga tidak perlu untuk memblokir satu persatu, namun DNS Google juga banyak digunakan untuk mendapatkan kecepatan internet yang maksimal.
6. Setting NAT MikroTik
Lalu setting NAT pada MikroTik dengan masuk pada menu IP > FIrewall > tab NAT > klik tamba (+) > lalu isi form Chain: Srcnat dan Out.Interface: Ether 1.











