Virtualisasi adalah teknik yang memungkinkan satu perangkat keras menjalankan beberapa sistem operasi secara bersamaan melalui Virtual Machine (VM). Memahami konsep dasar seperti hypervisor, clone, snapshot, dan network adapter sangat penting agar virtualisasi berjalan lancar.
1. Jenis Hypervisor
Hypervisor adalah perangkat lunak yang memungkinkan pembuatan dan pengelolaan VM. Ada dua jenis utama:
a. Bare Metal Hypervisor (Type 1)
-
Dijalankan langsung di hardware tanpa sistem operasi host.
-
Contoh: Proxmox, VMware ESXi
-
Cocok untuk server dan lingkungan produksi.
b. Hosted Hypervisor (Type 2)
-
Dijalankan di atas sistem operasi host.
-
Contoh: VMware Workstation, VirtualBox
-
Cocok untuk penggunaan desktop atau lab pembelajaran.
2. Clone dan Snapshot
a. Clone
-
Digunakan untuk membuat salinan VM yang sudah terinstall.
-
Cocok jika Anda membutuhkan banyak VM yang identik tanpa menginstall OS berkali-kali.
Contoh: Membuat 10 VM Debian dari 1 instalasi.
b. Snapshot
-
Menyimpan status VM pada titik waktu tertentu, termasuk OS, konfigurasi, dan file.
-
Berguna jika terjadi kesalahan konfigurasi atau eksperimen yang gagal.
-
Bisa dikembalikan ke snapshot sebelumnya tanpa reinstall.
Contoh: Mengembalikan VM ke kondisi sebelum konfigurasi DNS yang menyebabkan error.
3. Network Adapter pada VM
Memilih network adapter yang tepat sangat penting agar VM dapat berkomunikasi sesuai kebutuhan.
| Kebutuhan VM | Network Adapter |
|---|---|
| VM bisa akses internet melalui host | NAT |
| VM bisa saling komunikasi antar VM | Internal Network (VirtualBox) / LAN Segment (VMware) |
| VM bisa komunikasi dengan host OS | Host-only Network |
| VM bisa terhubung langsung ke jaringan Wi-Fi/LAN | Bridge Network |
Tips Troubleshooting:
Jika VM bisa di-ping dari host tetapi host tidak bisa di-ping dari VM, biasanya Windows Firewall memblokir ICMP. Solusinya aktifkan izin ICMP Echo Request di firewall.
4. Kesimpulan
Dengan memahami:
-
Jenis hypervisor
-
Fungsi clone dan snapshot
-
Pilihan network adapter